Materi Pembelajaran
Motif-Motif Tenun Sumbawa dan Maknanya
Tenun songket adalah jenis tenun yang menggunakan benang tambahan (benang suji atau benang emas) untuk membentuk motif di atas kain dasar. Teknik ini menciptakan efek timbul dan berkilau yang menjadi ciri khas kain songket.
Di Sumbawa, jenis songket ini dikenal sebagai Kre Sesek, yang berasal dari suara “kresek-kresek” yang muncul saat proses menenun berlangsung.
Proses pembuatannya dilakukan secara manual menggunakan alat tradisional seperti tolang guren, golang kecil, sisir, dan belida, serta memerlukan waktu hingga satu bulan untuk menghasilkan satu helai kain.
Menurut Dinas Pariwisata NTB, Kre Sesek mencerminkan nuansa alam Sumbawa dengan warna-warna alami dan tekstur yang khas, menjadikannya ramah lingkungan dan bernilai estetika tinggi.
Motif dalam tenun Sumbawa tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai kehidupan masyarakat.
Karakteristik Estetika Tenun Sumbawa
Secara estetika, tenun Sumbawa memiliki ciri khas:
- Dominasi motif flora dan fauna
- Penggunaan warna cerah dan kontras
- Pola geometris dan simetris
- Kombinasi motif tradisional dan modern
Motif-motif tersebut tidak hanya indah, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai kehidupan.
Nilai Filosofis dalam Motif Tenun
Motif tenun Sumbawa mengandung nilai-nilai:
- Nilai Religius : Hubungan manusia dengan Tuhan
- Nilai Sosial : Kebersamaan dan gotong royong
- Nilai Moral : Kejujuran, kesederhanaan
- Nilai Budaya : Identitas masyarakat
Dengan demikian, tenun bukan hanya karya seni, tetapi juga media pendidikan nilai.
Ringkasan Modul
- Motif Tenun Sumbawa memadukan unsur flora, fauna, pola geometris, dan warna kontras.
- Setiap motif bukan sekadar hiasan, tetapi membawa nilai religius, sosial, moral, dan budaya.
- Kre Sesek dibuat secara manual dengan benang tambahan dan keterampilan tinggi, sehingga bernilai estetis sekaligus menjadi media pendidikan budaya.