Materi Pembelajaran
Pengantar Jenis Tenun Sumbawa
Tenun Sumbawa merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang memiliki keunikan baik dari segi teknik, bahan, maupun motif. Secara umum, tenun Sumbawa tidak hanya terdiri dari satu jenis, melainkan memiliki beberapa variasi yang berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas masyarakat.
Berdasarkan karakteristiknya, tenun Sumbawa dapat dibedakan menjadi tiga jenis utama, yaitu:
- Tenun Songket (Kre Sesek / Kre Sesek)
- Tenun Ikat
- Tenun Palekat
Ketiga jenis ini memiliki perbedaan dalam teknik pembuatan, corak, serta fungsi penggunaannya dalam kehidupan masyarakat.Tenun Songket atau Kre Sesek merupakan jenis yang paling dikenal karena memiliki motif yang kaya dan menggunakan benang hias seperti benang emas atau perak yang memberikan kesan mewah. Sementara itu, tenun ikat dan palekat cenderung lebih sederhana, namun tetap memiliki nilai estetika dan filosofi yang kuat.
Jenis-Jenis Tenun Sumbawa
Perlu diketahui bahwa jenis tenunan Sumbawa bukan hanya pada tenun songket semata, tetapi ada juga jenis tenun palekat dan tenun ikat. Namun kedua jenis tenunan ini mempunyai sedikit perbedaan, dimana pada jenis tenun palekat cenderung coraknya baragi’ (berkotak-kotak baik kecil maupun besar) dan di alu’nya pun terkadang dikombinasi dengan tenun ikat.
Begitu juga sebaliknya dengan tenun ikat, ada yang polos bentangannya (tane) ada juga yang baragi’. Jenis tenun ikat motif-motifnya sama juga dengan tenun songket nuasanya dari hewan dan tumbuh-tumbuhan, juga penyajian motifnya diawali dengan proses yang cukup panjang.
Misalnya, memintal benang (muyin), marane palangkan (menghani hidangan), ditulis motifnya sesuai dengan yang diinginkan, diikat, diberi warna (pewarnaan), dijemur, dibuka ikatan motifnya, dipisahkan helai per helai benang, dipintal kembali baru kemudian masuk pada proses menenunnya.
- Tenun Songket (Kre Sesek / Kre Sesek)
Tenun songket merupakan jenis tenun yang menggunakan benang tambahan (benang suji atau benang emas) untuk membentuk motif. Kain ini biasanya digunakan dalam acara adat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Jenis Kre Sesek terbagi menjadi:
- Kre Sesek Sasir : motif penuh tanpa jeda
- Kre Sesek Cepa’: motif memiliki jarak/jeda
Kre Sesek Sasir biasanya memiliki tingkat kerumitan yang tinggi karena motifnya memenuhi seluruh bidang kain, sedangkan Kre Sesek Cepa’ lebih sederhana namun tetap memiliki nilai estetika.
- Tenun Ikat
Tenun ikat merupakan jenis tenun yang motifnya dibuat melalui proses pengikatan benang sebelum pewarnaan. Proses ini cukup panjang, meliputi:
- Pemintalan benang
- Pengikatan motif
- Pewarnaan
- Penjemuran
- Proses menenun
Tenun ikat memiliki ciri khas pada motif yang tampak lebih lembut dan menyatu dengan kain.
- Tenun Palekat
Tenun palekat merupakan salah satu jenis tenun tradisional Sumbawa yang memiliki ciri khas berupa motif kotak-kotak yang dikenal dengan istilah baragi’. Motif ini tersusun secara teratur dan sederhana, sehingga memberikan kesan rapi dan mudah dikenali. Dibandingkan dengan jenis tenun lainnya seperti songket yang memiliki motif lebih rumit dan menggunakan benang hias, tenun palekat cenderung lebih praktis dalam proses pembuatannya. Oleh karena itu, kain ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat karena sifatnya yang nyaman, fungsional, dan tidak terlalu formal. Selain itu, kesederhanaan motifnya juga mencerminkan nilai kehidupan masyarakat yang mengutamakan kepraktisan, kesederhanaan, dan kegunaan dalam aktivitas sehari-hari.
Bahan dan Benang dalam Tenun
Dalam proses pembuatan Kre Sesek, terdapat berbagai jenis benang yang digunakan, antara lain:
- Benang Rayon : sebagai benang dasar
- Benang Suji (emas/perak) : pembentuk motif
- Benang Kristal : memberi efek kilau
- Benang katun/sintetis : memperkuat struktur kain
Pemilihan bahan sangat mempengaruhi kualitas dan harga kain tenun.
Benang
- Benang Metalik (Metallic Yarn) merek Lunarex (Warna Emas dan Perak).
Benang Suji atau benang hias. Benang ini wajib ada dalam pembuatan Kre Alang Sasir untuk membentuk motif (seperti Kemang Satange atau Lonto Engal). Benang ini tidak digunakan untuk Kre Cepa' atau Bakal Lamung karena teksturnya yang kaku dan fungsinya murni.
- Benang Kristal Cap Elang Mas (Warna Silver/Putih Kristal).
Benang ini digunakan sebagai benang pakan tambahan untuk menciptakan kilau motif pada Kre Alang Sasir. Kualitas kristal memberikan efek cahaya yang lebih tajam dibandingkan benang metalik biasa.
- Benang jahit sintetis merek Yamalon dan Putra
Benang jahit katun/polyester yang digunakan untuk menenun struktur dasar kain agar lembut dan kuat.
- Benang Rayon Sintetis warna solid
Benang ini adalah benang dasar (lungsin dan pakan dasar). Jika ditenun polos atau dengan motif timbul warna senada, ia menjadi Bakal Lamung (bahan baju adat/sarung). Jika ditenun dengan teknik warna-warni membentuk pola kotak-kotak tanpa benang emas, ia menjadi Kre Cepa'. Benang ini juga menjadi latar belakang warna untuk Kre Alang Sasir.
- Benang Space-Dyed atau Benang Warna Gradasi
Benang dengan gradasi warna seperti ini biasanya digunakan untuk menciptakan efek visual pada kain Kre Cepa' agar terlihat lebih modern atau sebagai motif garis pada Bakal Lamung. Jarang digunakan sebagai benang dasar Kre Alang karena akan "bertabrakan" secara visual dengan kerumitan motif benang emasnya.
Ringkasan Modul
Kesimpulan
Keanekaragaman Jenis Tenun Sumbawa Tenun Sumbawa terdiri dari tiga jenis utama — Songket (Kre Sesek), Ikat, dan Palekat — yang masing-masing memiliki teknik, motif, dan fungsi berbeda dalam kehidupan masyarakat.
Ciri dan Teknik Pembuatan Tiap Jenis
-
- Songket (Kre Sesek): menggunakan benang tambahan seperti emas atau perak untuk menciptakan motif mewah; terbagi menjadi Kre Sasir (motif penuh) dan Kre Cepa’ (motif berjarak).
- Ikat: motif dibentuk melalui proses pengikatan dan pewarnaan benang sebelum ditenun, menghasilkan pola lembut dan menyatu.
- Palekat: bermotif kotak-kotak (baragi’), sederhana dan fungsional, mencerminkan nilai kepraktisan masyarakat Sumbawa.
Bahan dan Benang yang Digunakan Pembuatan tenun melibatkan berbagai jenis benang seperti rayon, suji (emas/perak), kristal, katun, dan sintetis, yang masing-masing menentukan kualitas, kilau, dan kekuatan kain.